Sabtu, 15 Oktober 2011

Sanggah Ibu dan Sanggah Kemulan?

Ada tafsir yang berbeda apakah perlu membuat sanggah Ibu lagi, atau cukup sanggah kemulan?
Lontar tutur Lebur Gangsa " ......iki pebantennia pasakapan nilapati pangunakarahaken pitra, angunggahaken pitra ring inu dengan ring kemulan......
ktutipan ini ditafsirkan perlu membuat pelinngih Ibu tersendiri lepas dari sanggah kemulan.
Kalau kita camkan dengan benar ' Ibu dengen" adalah rong kiwa -tengen. dan yang perlu diperhatikan adalah kalimat " dewa pitara mangde jenek melinggih ring kemulan"......sehigga tidak perlu membuat sanggah ibu lepas dari sanggah kemulan....... tapi terakhir kembali kepada keyakinan masing-masing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar